Februari dan Kenangannya

Entah kenapa, hari ini ceritanya melow banget. Iya, perasaan aku yang melow. Tadi pagi, jadi inget aku punya blog lama. Pengen liat kira-kira di tanggal 23 tahun sebelum-sebelumnya aku ngapain aja ya. Terus aku jadi inget, aku punya bacaan yang harusnya bisa menghibur disaat semangat itu mulai runtuh pelan-pelan, yaa namanya juga gejolak emosi yang labil. 😛

Hm… Harusnya, malam ini banyak hal yang dikerjakan. Tapi berhubung dengan semua perasaan yang harusnya tersampaikan ini *ciaa bahasanya mulai puitis-puitis gimana gitu* aku akhirnya memilih untuk nulis di sini.

Sesuai judulnya, ternyata Februari itu punya banyak cerita. Cerita tentang waktu dulu, aku menemukan sebuah ‘aku’ yang berani keluar dan tampil di luar ‘aku’ yang sebenarnya. Cerita tentang aku dan teman-temanku, ambisi, mimpi, impian, yang menjadi angan tak tersampaikan. Cerita tentang melanjutkan mimpi, kemudian diakhiri dengan sebuah kebanggaan. Lewat cara yang tidak biasa, tapi manis, indah. Di belakang layar.

Februari juga pernah mempertemukanku pada kisah menemukan ‘jodoh’ kepada benda. Mengajarkanku sebuah pelajaran. Februari punya segudang cerita yang sangat indah. Tidak hanya cerita-cerita baik, ada juga cerita buruk dengan segudang pelajaran yang mampu dipetik. Cerita di bulan Februari benar-benar penuh dengan racikan. Banyak rasa, banyak warna.

Februari kali ini. Luar biasa.

Yaa, harus kukatakan demikian. Dulu aku pernah memikirkan sebuah ‘hipotesa’, tentang bagaimana lingkungan di tempatku, tempatmu, tempat mereka, mampu menyalurkan sebuah energi yang sama. Energi itu hadir, karena orang-orang yang ada di lingkungan itu yang menciptakannya. Untuk sebuah tujuan. Di tempat lain, ada kumpulan orang-orang yang berbeda yang juga memiliki tujuan yang sama. Banyak hal kebetulan yang terjadi dalam hidup, dan aku mengartikan makna kebetulan itu dengan kesamaan energi yang dihantarkan oleh lingkungan. Kira-kira itu maksud hipotesa yang aku pernah pikirkan. Untuk pembuktiannya sendiri, entahlah. Hanya sekedar ide yang terbesit selintas saja.

Februari kali ini, banyak sekali energi-energi yang hampir serupa. Untuk sebuah tujuan. Penampilan. Perayaan. Untuk sebuah event. Setiap orang tertuju pada hal itu. Di tempat yang sebelumnya pernah aku tempati, ada sekumpulan energi yang juga serupa. Bersiap-siap untuk sebuah event. Kebetulan. Yaa, sebuah kebetulan.

Februari kali ini, aku kembali mencoba keluar. Bermain di luar ‘aku’ yang sebenarnya. Belajar sesuatu yang baru. Hampir serupa seperti beberapa tahun silam.

Februari kali ini, aku merasakan sebuah ‘kegelisahan’. Tapi entahlah… Mungkin secara positifnya bisa kuartikan kegelisahan ini adalah sebuah magnet besar untuk mampu berkarya kembali. Aku teringat tentang aku waktu SMA kelas 10, tentang proses pendewasaan diri dari masa peralihan SMP menuju SMA. Tentang orang-orang baru, tentang masa-masa remaja. Tentang . . .

Pikir secara positif ya. Rasanya, waktu baca blog lama itu aku jadi ingat tentang memori-memori masa lalu. Bukan berarti masih terperangkap di sana lho ya. Bukan. Jadi gini, di masa lalu kita pasti bertemu dengan orang-orang, akrab dengan mereka, bertukar pikiran, dan mengenal satu sama lain. Lalu, bagaimana sekarang? Apakah masih terjalin komunikasi yang baik? Masih bercerita dan akrab dengan mereka?

Lingkungan baru, orang-orang yang baru. Tapi bagiku, di sini aku menemukan orang baru dengan karakter mirip dengan orang yang kutemui di masa lalu. Karakter. Entah itu dari wajahnya, cara bicaranya, sikapnya, latar belakangnya. Harus kuakui, aku terlatih untuk hal yang sangat mendalam seperti ini. Tentang bagaimana sikap seorang individu yang seutuhnya. Naluri. Naluri seorang introvert.

Aku berada di lingkungan baru, menemukan orang baru, kemudian mengakrabkan diri dan terhanyut pada situasi dan kondisi yang memang dibutuhkan oleh lingkungan ini. Masih menimbang-nimbang, karakter demi karakter. Butuh penjiwaan yaa untuk memahami banyak karakter seperti mereka (ini sebenarnya ngomongin soal kondisi aku yang beradaptasi sama lingkungan kelasku sendiri). Aku awalnya cuek, cuek untuk mengakrabkan diri. Aku terlalu sibuk terkurung dalam duniaku sendiri. Membuat batasan antara aku dan mereka. Tapi sekarang, mencoba untuk melampaui batas itu.

Aku beradaptasi.

Sering menghubung-hubungkan karakter A dengan karakter yang kutemui waktu SMA membuatku bernostalgia sendiri. Tentang kenangan, tentang sebuah masa. Tentang ah… Kerinduan. Aku patah hati. Patah hati mengingat kenangan. Mengingat sebuah kejadian saat tersadar sudah berada di masa depan. Ah…

Februari

Bulan dengan hari tersingkat tapi penuh dengan kesan. Sebuah antiklimaks. 😀

Oke, kali ini aku bakalan ngasih berbagai rasa yang terasa saat ini tapi mungkin dengan kode-kode yang dulu pernah aku ciptakan untuk sebuah kejadian atau mungkin nanti bisa tiba-tiba terbesit kode-kode baru. Yaa langsung saja.

Aku teringat dengan Paleuwdyta, pembawa cahaya panas dan api yang terang oleh putra tantalus (kurang lebih nya gitu lah, aku lupa-lupa ingat) oleh foto-foto yang tampil tiba-tiba saat aku buka medsos. Teringat tentang pecahan berlian, lorong, di bawah jendela, pintu, motor, izin, dan beberapa kenangan lain.

Aku teringat tentang bayangan. Tentang mimpi, tentang hujan, tentang pertemuan yang berakhir pada pertemanan. Membaca, terbaca dan sebuah kebenaran. Tentang hal yang sebenarnya, pingsan, organ tubuh, berpisah, tangisan, pertemuan, obat, kaki pegal, dan sebuah janji, embun senja, melahirkan Jernih.

Banyak ingatan. Banyak hal. Terlampau banyak.

Waktu terus berjalan, dan pasti hal ini akan terus berulang. Seperti sebuah siklus. Berjalan, lalu kembali lagi. Teringat lagi. Berjalan dan kembali lagi. 🙂

Aku ingin kembali lagi. Kembali menggoreskan lagi. Menghubungkan titik demi titik yang terloncati. Merajut kembali cerita itu . . .

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s