LCC 4 Pilar SMANSA S.Liat – Akhir Sebuah Cerita-

“… foton memusnahkan diri dengan menyerahkan seluruh energinya kepada elektron tertumbuk.” – Einstein-

{eh, kalo bisa, baca tulisan ini sambil dengerin lagu Depapepe yang THIS WAY, ya! 😉 }

tulisan ini diberi segel JERNIH

Aku, kami, yang kemudian menyatu menjadi kita, kala itu berjuang mencari energi. Tapi apa daya, energi itu nyatanya terlalu besar dan akhirnya meluap tak tertampung lagi. Kami terlalu banyak ambisi, hingga akhirnya ambisi itu yang meluluhlantakkan semua energi yang telah terkumpul dengan susah payah.

Hingga akhirnya kali ini kami kembali memiliki energi dan yaa seperti kata-kata pembuka tadi, kami memusnahkan diri kami sendiri untuk memberikan energi yang kami miliki pada kalian. Yaa, pada kalian!

(FOTO DI HAPUS) 30-03-2016

Dua tahun kami jatuh bangun dalam sebuah peperangan. Dua tahun kami merasakan sebuah pergolakan, baik secara lahir dan batin. Banyak yang menentang aksi yang kami lakukan, banyak hal yang terjadi layaknya sebuah drama dan semuanya berujung pada sebuah kehampaan. Ya, kehampaan. Kami tak menggenggam apapun, yang kami genggam dalam ingatan kami hanyalah sebuah kenangan yang seiring berjalannya waktu semua itu menjadi pelajaran yang berharga. Sebuah pengalaman. Kehampaan itu justru membuat kami terisi. Kami memang hanya menggenggam angin, tapi kemudian angin itu membayar sebuah hadiah mahal yang tidak bisa tergantikan oleh apapun. Hadiah itu hanyalah sebatas kesejukan.

Dua tahun yang lalu, dengan suasana tertekan, dalam kondisi yang tidak mendukung, kami harus berakhir dengan sebuah keterpurukan. Jatuh, jatuh untuk langkahan pertama.

Satu tahun yang lalu, dengan ketidakberuntungan kami merangkak, memperbaiki catatan langkahan kami sebelumnya. Meski masih tetap terpuruk, dan luka itu jadi mendalam. Kami tentunya tidak akan menyadari jika akhir sebuah cerita itu memang harus begini adanya.

Kali ini, ya kali ini. Tiada ampun. Kami telah meluruskan sebuah jalan yang sebelumnya berliku, curam dan sulit untuk terlewati. Memperbaiki sebuah sejarah. Hingga rasanya, jadi seseorang yang berada di belakang layar itu lebih membahagiakan. Ya, kebahagiaan yang rasanya sulit untuk diutarakan mengapa bisa terasa bahagia. Untukku pribadi, kebahagiaan seperti ini bukanlah kali pertama terasa. Sebelumnya juga pernah, hanya saja waktu itu …, ah lupakan saja.

(FOTO DI HAPUS) 30-03-2016

Kebahagiaan sejati itu adalah saat kita memupuk setiap kegagalan dan kekecewaan lalu menyiraminya dengan kegigihan hingga tumbuh lah tanaman yang penuh keberanian dan siap membuahkan kesuksesan. Saat kesuksesan itu matang pada waktunya, maka ia akan terasa begitu manis, dan akan menghadirkan senyuman manis yang merekah karena puas dengan semua kerja keras untuk merengkuhnya.

IMG_20160217_163046.jpg

Hei! Kalian begitu beruntung lho, bahkan sangat-sangat beruntung. Mendapatkan dukungan penuh dari sekolah, guru, teman, hingga kakak kelas seperti kami. Kami hanya ingin mengajarkan pada kalian, bahwa sebuah kesuksesan itu terlihat dari bagaimana proses untuk meraihnya. Kalian menjalani proses yang bisa dikatakan luar biasa. Masih ingat ngga waktu pertama kali kakak-kakak ini lagi mau ngedata kalian yang mau ikutan LCC 4 Pilar? Kalo kakak masih ingat dengan sangat jelas tuh. Masuk satu per satu ke kelas kalian terus ngejelasin banyak hal supaya kalian berminat buat gabung dan jadi bagian dalam keluarga ini. Kami menjelaskan banyak hal, yang sebagian besar itu adalah mimpi-mimpi kami yang belum terwujud. Soal cerita-cerita tentang gimana sih rasanya kalau misalnya menang, dan bisa berada di puncak paling tinggi. Jujur waktu itu kami cuma bicara soal perandai-andaian kami, dan sebenarnya itu adalah cerita dari kakak-kakak lain yang udah pernah berada di puncak juga. Lewat cerita yang terus-menerus diturunkan ke setiap angkatannya, rasanya walaupun kami belum pernah berada di puncak, kami juga memiliki cerita itu. Cerita kami sendiri, baik itu yang telah berwujud atau masih dalam bentuk angan-angan kosong.

Eh, masih ingat juga ngga, tiap sore Jumat kalian harus datang terus denger penjelasan dari kakak-kakak di depan kalian, soal materi buat lomba. Rasanya kayak ngga bosen-bosen deh yaa kami semua ngingetin kalian supaya bisa nguasai semua materi yang kami kasih tahu itu. Padahal kenyataannya, waktu itu kakak-kakak ini masih belum nguasai sepenuhnya materi yang dikasih. Bahkan jujur aja, kakak-kakak ini ngerasa malu sama kalian yang bener-bener niat banget nunjukkin kemampuan kalian sebenarnya. Ngerasa malu soalnya waktu itu kakak ngga bisa seniat itu buat lomba ini.

IMG20160214162200

Terus, waktu demi waktu berlalu, dan kalian semua masih tetap bertahan. Jujur, kakak acungi jempol buat kalian yang masih bertahan sampai akhir, sampai terbentuklah satu tim kayak sekarang. Kalian yang kayaknya waktu itu belum telalu kenal satu sama lain, pastinya mulai belajar buat saling mengerti kan? Belajar untuk menjadi sebuah tim yang solid, yang kompak dan benar-benar jadi sebuah keluarga.

Hingga akhirnya dari awal semester ini kalian bener-bener nunjukin keseriusan kalian dengan memahami semua materi siang dan malam. Melakukan janjian buat selalu latihan bersepuluh setiap pulang sekolah yang padahal belum tau waktu itu lombanya kapan. Kakak iri sama keseriusan kalian. Iri banget, sampai kakak ngajuin pertanyaan sendiri sama diri kakak, dulu kenapa sih ngga bisa seserius mereka? Apa karena terlalu banyak yang ingin diraih? Ya, mungkin karena itu.

Kalian juga mendapatkan sebuah keuntungan karena hanya terfokus pada satu hal saja, dan karena sudah sangat berniat dan serius itulah kalian rela melakukan apa saja untuk bisa mendapatkan apa yang kalian inginkan. Kakak-kakak ini juga karena memandang keseriusan kalian merasa ikut terpacu, rasanya kami ingin selalu ada di belakang kalian memberikan semua pengalaman yang pernah kami rasakan pada kalian agar kalian bisa belajar dari semua pengalaman kami itu. Hingga akhirnya, semua jerih payah yang kalian lakukan benar-benar membuahkan hasil yang gemilang.

IMG_20160217_163053

Bertarung seperti singa, terbang mengangkasa.

Ini baru INDONESIA!

Rasanya slogan itu benar-benar jadi sebuah gambaran semangat kalian untuk merengkuh mimpi-mimpi itu.

Lewat semua jerih payah itu, akhirnya kalian bisa memperbaiki catatan sejarah kita. Ya, keluarga LCC 4 Pilar SMA Negeri 1 Sungailiat. Lewat prestasi kalian, rasanya tidak hanya kalian bersepuluh saja yang bahagia, tapi seluruh warga sekolah ikut berbahagia. Kemenangan kalian juga jadi sebuah kado yang manis untuk hari jadi sekolah kita yang ke-38 di tahun monyet api ini.

Whuaa, maaf yaa kalau kakak-kakak nya pada bawel-bawel sama kalian. Maaf, kalo kami terlalu ngasih kalian tekanan supaya bisa memberikan kemenangan sebelum lomba. Kami mau kalian menang supaya semua kerja keras kalian benar-benar terbayarkan. Hingga akhirnya memang benar-benar terbayar kan?

Rasanya lucu banget waktu denger cerita-cerita kalian dari mulai technical meeting yang sempet ketakutan karena ketemu sama sekolah yang ngga bisa dianggap lawan yang gampang. Eh, sebelumnya ada cerita di kabupaten ya? Hm, kalian luar biasa banget kok waktu di Kabupaten. Tanpa celah, dan kita semua benar-benar terasa seperti sebuah keluarga besar. :*

Nah, waktu kalian bilang soal lawan di babak penyisihan pertama provinsi itu, jujur kakak-kakak yang lain sebenarnya juga berpikiran sama kayak kalian. Takut, ngerasa udah kalah duluan sebelum bertanding dan yaa intinya kita ngerasain hal yang sama. Tapi, waktu kakak-kakak ini pada nelpon kalian dan ngasih tahu kalo kalian jangan pada takut kalian rasanya gimana? Kok, kakak-kakak bisa ngeredain rasa takut kalian? Ya, karena kami sebelumnya juga sama kayak kalian, kami juga pernah merasa ada di posisi kalian, dan belajar dari pengalaman kami itu selanjutnya kami berusaha untuk buat kalian ngga takut kan? Kami cuma pengen kalian merasa tenang untuk bertanding, karena kunci dari kemenangan adalah ketenangan.

IMG_20160215_231944

Terus, kakak-kakak ini pada rela ngelakuin apa aja buat kalian. Yang cerita pengen buat rencana kabur dari sekolah untuk nonton kalian lah, yang pada berantem-beranteman cuma karena kesel kalo misalnya nanti ngga bisa nonton. Rasanya, kenapa sih kami bernafsu banget buat bisa nonton kalian lomba? Karena rasanya itu indah banget ketika harus merasakan kembali aroma perlombaan untuk mengejar kemenangan. Rasanya dunia ini memang menuntut kita untuk itu.

Hingga denger kabar kalo kalian berhasil melewati sekolah-sekolah yang kuat itu. Bahkan kami berusaha untuk terus membuat kalian yakin dan tetap bermain secara tenang, kami tahu bagaimana rasanya ada di posisi kalian dan lagi-lagi pengalaman kami menganjurkan kami untuk berbagi pada kalian cara terbaik untuk mengantisipasi setiap keadaan.

Dan akhirnya… sebuah kabar yang sangat-sangat menggembirakan itu datang juga.

Screenshot_2016-02-16-17-56-58.png

Rasanya terharu banget dan jadi ikutan merinding sendiri dengernya. Kalian akhirnya bisa mengabulkan mimpi-mimpi kami itu menjadi sebuah kenyataan. Bahkan kalian sendiri merasa bahwa kemenangan itu adalah sebuah mimpi. Wah, udah ngga bisa berkata-kata lagi lah pokoknya. Terus, yaa dengan jutaan cerita yang melatarbelakangi semuanya. Kalian bersepuluh luar biasa. Sekali lagi selamat ya!

IMG_20160217_163050

Kalian memberikan sebuah akhir cerita yang manis bagi kakak-kakak ini. Mengajarkan pada kami semua bahwa usaha keras itu memang tidak akan mengkhianati hasil, fokus pada satu tujuan itu akan lebih baik dari pada fokus pada banyak hal tapi akhirnya tidak mendapatkan apa-apa. Dengan berbagai latihan, dukungan dari semua kakak juga buat kalian jadi semakin belajar dari pengalaman kami, dan tanpa disertai doa mungkin semua ini tidak akan terwujud.

Terlatih, berpengalaman dan disertai doa adalah kunci dalam merengkuh  sebuah kesuksesan.

Terima kasih juga karena kalian sudah mengajarkan banyak sekali pelajaran-pelajaran penting buat kakak-kakak ini. Sekarang rasanya tugas kami sudah usai untuk menggiring kalian lolos ke nasional. Masih tersisa satu titik tertinggi lagi yang harus mampu kalian pecahkan. Lolos hingga babak final nasional, dan jika mampu juara 1 Nasional di bulan Agustus nanti. Aamiin.

Karena kalian telah memberikan pelajaran tentang mewujudkan mimpi itu, kakak jadi terinspirasi untuk bisa mewujudkan mimpi-mimpi kakak yang belum terwujud. Tidak cuma kakak juga pastinya, semua kakak-kakak ini juga pasti berpikiran hal yang sama. Kami ingin juga mewujudkan mimpi kami. Bahkan kalau boleh jujur, rasanya kami iri dengan kemenangan kalian itu. Bisa sama-sama bersepuluh ke nasional itu pastinya akan membawa jutaan cerita baru lagi, yang pastinya akan sangat-sangat berkesan dalam hidup.

Tapi…,

Iri hanya pertanda sebuah kesakitan. Kesakitan sebagai wujud dari pelampiasan nafsu semata. 

Banyak pelajaran berharga yang terpetik dari setiap rasa sakit yang memuncak. Pelajaran untuk tidak melakukan sebuah kekeliruan yang akan berujung pada kesakitan itu sendiri.

Kami layaknya berbuat sesuai kutipan Einstein di awal, memusnahkan semua mimpi kami yang tidak terwujud dan memberikan semua pengalaman yang kami miliki untuk membuat kalian yang mewujudkan mimpi itu.

IMG_20160217_163125

Terima kasih LCC 4 Pilar SMANSA S.Liat 2016

Rama, Meiching, Ica, Oci, Eka, Adin, Ummul, Destya, Yuni, dan Savina.

Semua pesan ini dari kami LCC 4 Pilar SMANSA S.Liat 2014 dan 2015

Aby, Ismu, Wella, Fikri, Achmad, dan Dinda ~~

Pictures.jpg

Advertisements

3 thoughts on “LCC 4 Pilar SMANSA S.Liat – Akhir Sebuah Cerita-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s